Bahasa Kerja Pabrik

Bahasa Kerja Pabrik: Biar Instruksi Nyambung, Proses Tetap Aman

Di pabrik, “bahasa kerja” bukan sekadar kosakata. Ini soal cara menyampaikan instruksi, melapor masalah, minta konfirmasi, dan memastikan semua orang paham hal yang sama — dari operator, leader, QC, sampai engineering. Kalau bahasanya tidak rapi, dampaknya nyata: salah produksi, rework, delay, bahkan risiko safety.

Halaman ini merangkum Bahasa Kerja Pabrik yang umum dipakai di lingkungan manufaktur (termasuk kolaborasi dengan tim Jepang): istilah inti, pola kalimat yang aman, contoh komunikasi lintas fungsi, tabel referensi cepat, checklist, How-To, dan FAQ. Silakan dipakai sebagai acuan harian.

Quote lapangan:
“Yang bikin masalah bukan orangnya, tapi instruksinya yang multi-tafsir.”


Apa Itu “Bahasa Kerja Pabrik”?

Bahasa Kerja Pabrik adalah gaya komunikasi yang singkat, spesifik, dan berbasis data untuk mengontrol proses produksi. Ciri utamanya:

  • Fokus pada fakta: angka, waktu, lokasi, lot, standar.
  • Kalimat operasional: siapa melakukan apa, kapan, di mana.
  • Minim asumsi: kalau belum pasti, tulis “sedang verifikasi”.
  • Selalu ada next action: langkah berikutnya & PIC.

3 Mode Komunikasi Pabrik (Pilih Sesuai Situasi)

1) Instruksi kerja (instruction)

  • Targetnya: tindakan jelas & konsisten.
  • Wajib: apa, berapa, standar, batas waktu.

2) Laporan status (reporting)

  • Targetnya: orang lain cepat paham kondisi.
  • Wajib: status + data + impact + next action.

3) Eskalasi masalah (escalation)

  • Targetnya: keputusan cepat tanpa drama.
  • Wajib: fakta + risiko + countermeasure + keputusan yang dibutuhkan.

Formula Kalimat yang Aman Dipakai (Siap Copy)

A) Instruksi produksi

  • Mohon proses (produk) sebanyak (qty) untuk (lot/order) di (line/mesin) mulai (jam).
  • Pastikan (parameter) sesuai standar: (nilai). Jika out of spec, stop & laporkan ke (PIC).

B) Laporan harian

  • Status: On-going. Output saat ini (qty) pcs, target (qty) pcs. Kendala: (kendala). Next action: (aksi) oleh (PIC).

C) Laporan NG / defect (quality)

  • Ditemukan (jenis NG) pada (produk) lot (lot) sebanyak (qty). Hasil cek awal: (data). Usulan tindakan: (countermeasure). Mohon arahan terkait disposition (hold/rework/sort).

D) Permintaan konfirmasi

  • Mohon konfirmasi sebelum (tanggal/jam) agar jadwal (produksi/pengiriman) tidak terdampak.

Tabel Referensi Cepat: Istilah Pabrik yang Paling Sering Muncul

Istilah Makna Praktis Contoh Pemakaian Catatan
Lot Batch/kelompok produksi Mohon cek lot A-17 untuk hasil ukur terakhir. Selalu tulis kode lot.
NG Produk tidak sesuai standar Ditemukan NG scratch 12 pcs di lot B-03. Butuh qty & lokasi temuan.
OK / Good Sesuai standar Hasil inspection: OK, lanjut proses. Jika memungkinkan, sebut parameter.
Hold Tahan barang/proses Hold sementara sampai konfirmasi QA. Wajib jelaskan alasan.
Rework Perbaikan ulang Rework 50 pcs: sanding & recheck. Definisikan langkah rework.
Sorting Pemisahan OK/NG Sorting 300 pcs untuk cek dimensi. Sebut kriteria sorting.
Stop line Hentikan line Stop line jika parameter out of spec. Utamakan safety & quality.
Changeover Ganti model/setting Changeover jam 13:00, butuh 30 menit. Sertakan durasi & impact.
Downtime Waktu mesin berhenti Downtime 25 menit karena sensor error. Catat penyebab.
ETA Perkiraan waktu tiba/selesai Spare part ETA 14:00, pemasangan 20 menit. Gunakan jam yang konkret.
PIC Penanggung jawab PIC: Maintenance (Pak Andi) untuk pengecekan. Nama/posisi mempercepat eksekusi.

Checklist Bahasa Kerja yang “Tidak Bikin Tafsir Ganda”

  • Selalu sebut lokasi: line, mesin, area, gudang, dock.
  • Selalu sebut identitas: part name, part number, lot, PO, tanggal.
  • Selalu sebut angka: qty, hasil ukur, toleransi, durasi downtime.
  • Selalu sebut status: on-going/pending/blocked/done.
  • Selalu tutup dengan next action: PIC + jam update berikutnya.

How-To: Membuat Laporan Masalah Produksi yang Cepat Dipahami (Format “4S”)

Format ini cocok untuk chat internal, email, atau laporan singkat. Tujuannya: pembaca langsung paham tanpa bolak-balik tanya.

  1. Situation: apa yang terjadi (di mana & kapan).
  2. Scale: seberapa besar (qty, durasi, area terdampak).
  3. Suspect: dugaan penyebab (jika belum yakin, tulis “sementara”).
  4. Step: langkah yang sudah dilakukan & langkah berikutnya + PIC + due time.

Contoh (singkat & aman):

  • Situation: Line 1 stop jam 09:10 karena alarm temperature.
  • Scale: downtime 18 menit, output tertahan 60 pcs.
  • Suspect: sementara diduga sensor overheating.
  • Step: maintenance cek sensor & cooling; update berikutnya jam 09:45. Mohon arahan jika perlu lanjut produksi dengan monitoring ketat.

Tabel Cepat: Kata yang Perlu Dihindari & Pengganti yang Lebih Aman

Hindari Kenapa Berisiko Ganti dengan
Sepertinya Terlalu subjektif Berdasarkan cek awal / data sementara
Nanti saja Tidak ada batas waktu Update pukul (jam) / sebelum (tanggal)
Sudah aman Tanpa standar pembanding OK sesuai standar (nilai/toleransi)
Banyak Angka tidak jelas (qty) pcs / (durasi) menit
Masalahnya di sana Terkesan menyalahkan Kami temukan perbedaan pada (data/area), sedang verifikasi penyebab

Mini FAQ: Bahasa Kerja Pabrik

1) Bedanya “instruksi” vs “informasi” itu apa?

Instruksi meminta tindakan (ada PIC & due time). Informasi memberi update tanpa meminta aksi langsung. Kalau butuh aksi, tulis jelas: “Mohon lakukan …”.

2) Kenapa harus selalu pakai angka?

Karena angka mengunci definisi masalah. “NG banyak” bisa beda tafsir. “NG 12 pcs di lot B-03” tidak bisa diperdebatkan.

3) Kalau belum tahu penyebabnya, bagaimana menulis laporan?

Tulis fakta & status verifikasi. Pisahkan “hasil cek” dan “dugaan sementara”. Lalu tetapkan jam update berikutnya.

4) Apakah boleh pakai singkatan?

Boleh, asal konsisten & dipahami lintas fungsi. Jika tim campuran, buat glosarium internal (misalnya NG, OK, hold, rework, ETA, PIC).

5) Bagaimana cara memastikan pesan saya benar-benar dipahami?

Tutup pesan dengan konfirmasi: “Mohon reply OK jika jelas” atau “Mohon konfirmasi opsi yang dipilih” serta sebut due time.


Ringkasan Praktis (Kalau Anda Cuma Ingat 5 Hal)

  • Lokasi + identitas + angka + status + next action.
  • Bedakan fakta dan dugaan.
  • Kalau ada risiko, tulis impact: quality, cost, delivery, safety.
  • Selalu ada jam update berikutnya.
  • Gunakan template konsisten agar lintas fungsi makin cepat paham.